Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

155 Data Historis Industri dan Peta Persaingan Bisnis Per Sektor

Gambar
Konsumen saat ini cenderung lebih memilih dalam berbelanja yang seperlunya, walaupun terjadi tren peningkatan dalam aktivitas pelesiran. Sementara upaya perbaikan pemerataan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah dengan ratusan proyek di seluruh Indonesia. Demikian cuplikan tren yang sedang terjadi saat ini di negeri kita. Persaingan  antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Pembeli akan lebih beralih ke  produk yang berkualitas baik , namun berharga murah, serta mempunyai layanan purna jual cepat dan mudah. Ironisnya, dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, bahwa tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghila

Mengulas Revolusi Industri 4.0 dan Strategi Pengembangannya di Indonesia

Gambar
Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)  ini dirilis pada minggu ketiga Mei 2018 menampilkan  data komprehensif, tren perkembangan, tahapan perubahan, infografis menarik , terkait revolusi industri 4.0 (strategi pengembangan dan ketenagakerjaan hingga 2025). Dilengkapi dengan komparasi perkembangan industri di negara-negara maju, data komprehensif ini dapat digunakan sebagai  referensi strategis  guna menentukan arah strategi bisnis ke depan. Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)  ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2-7). Perekonomian Indonesia masih tumbuh positif, meski terjadi perlambatan. Masyarakat lebih memilih dalam berbelanja yang seperlunya, walaupun terjadi tren peningkatan dalam aktivitas pelesiran (halaman 2). Upaya perbaikan pemerataan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah dengan berbagai

Fokus ke Core Business, Merek Dagang Blue Band Dilego Unilever

Gambar
Duniaindustri.com  (Mei 2018) - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), emiten  produsen consumer goods , berencana menjual divisi spreads meliputi merek dagang global Frytol, Blue Band Master dan Blue Band, Minyak Sarmin, Blue Band Gold senilai Rp 2,65 triliun. Selain karena kebijakan induk usaha yang menjual divisi tersebut, langkah tersebut dilakukan untuk membuat fokus  pertumbuhan bisnis  perseroan ke produk kategori home and personal care serta foods and refreshments. Berdasarkan  prospektus  keterbukaan informasi  perseroan  kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), aset tak berwujud kategori spreads akan dijual senilai 164 juta euro atau setara Rp 2,65 triliun. Aset tak berwujud yang dijual termasuk namun tidak terbatas pada hak untuk mendistribusikan produksi menggunakan merek dagang global dan lokal serta daftar pelanggan di Indonesia. Sedangkan aset berwujud yang akan dijual senilai Rp 195,47 miliar, yang terdiri dari penjualan aset produksi dan perlengkapan sebesar Rp 152,6

Pemain Baru Dorong Penurunan Harga Semen

Gambar
Duniaindustri.com  (Mei 2018) – Industri semen pada kuartal I 2018 mengalami perubahan yang makin dinamis. Seiring kondisi  oversupply ,  harga semen  yang terbentuk di pasar juga mengalami perubahan yang cukup cepat. Terutama di luar Jawa, harga semen ternyata lebih sensitif turun didorong kehadiran pendatang baru.  Konsumen semen di luar Jawa  juga cenderung tidak loyal terhadap  brand  tertentu. Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) Gerhard W. Schutz, belum lama ini. Dia menambahkan, meskipun  pangsa pasar  masih didominasi oleh tiga pemain besar, salah satunya Holcim, pendatang baru telah merebut pangsa pasar yang cukup besar karena kapasitas mereka mayoritas telah selesai pada 2014 –2015. "Kehadiran pendatang baru juga mendorong harga turun, terutama di daerah di luar Jawa, di mana  pelanggan lebih sensitif terhadap harga  dan  kesetiaan kepada merek  cenderung rendah," tutur Gerhard. Pertumbuhan penjualan semen diperkirakan pulih sec